5 Tren Wisata 2022 Indonesia yang Jadi Andalan

Hasrat jalan-jalan masyarakat masih menggebu di masa pandemi yang berlangsung hampir dua tahun lamanya.

Memperhatikan aktivitas wisata di akhir 2021 yang meningkat secara signifikan, Senior Manager Corporporate Pegipegi, Busyra Oryza mengatakan, ini menjadi pertanda baik bagi tren wisata di 2022. Yang penting, tetap memegang kunci wisata aman, yakni disiplin protokol kesehatan dan mengecek destinasi wisata yang dituju apakah sudah memperhatikan panduan Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability atau CHSE dari pemerintah atau belum.

“Kami memprediksi tren wisata yang akan terjadi pada 2022 dan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Busyra Oryza dalam tayangan Ngopi Sore di kanal Youtube Tempodotco pada Sabtu, 15 Januari 2022. Berikut lima tren wisata 2022 yang disampaikan Busyra:

 

  • StaycationMasyarakat cenderung memilih staycation untuk liburan. Kegiatan ini bisa menjadi alternatif untuk melepas penat. Tak perlu pergi jauh untuk melakukan staycation. Cukup menginap dan bersantai di hotel kemudian menikmati segala layanan yang tersedia.
  • Pedoman kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan lingkunganWisatawan cenderung mencari akomodasi atau destinasi wisata yang sudah menerapkan standar protokol kesehatan atau memiliki sertifikat CHSE. Jika sebelum pandemi umumnya wisatawan mencari akomodasi yang lebih murah, sekarang mereka lebih memperhatikan keamanan dan kenyamanan, baru kemudian harga.
  • Road tripPejalanan darat atau road trip, khususnya mobil pribadi, menjadi tren. Road trip membuat para wisatawan merasa lebih aman dan nyaman dalam melakukan perjalanan bersama keluarga, lingkaran pertemanan terdekat, atau komunitas.
  • Wisata alam hidden gemWisata alam menjadi populer selama pandemi. Biasanya generasi muda yang menyasar aktivitas wisata ini untuk mencari hidden gem atau pengalaman tersembunyi di suatu tempat dan eksplorasi lebih jauh. Mereka akan berkunjung ke suatu tempat yang belum terlalu populer, mencari spot menarik untuk dipotret, kemudian mengunggahnya ke media sosial.
  • Adopsi teknologiPengelola akomodasi dan destinasi wisata mesti lebih lincah lagi dalam menggunakan teknologi untuk menjangkau calon wisatawan. Mereka harus beradaptasi dengan berbagai pelayanan, misalkan pemesanan tiket perjalanan, penginapan, dan segala sesuatu yang dapat dilakukan lewat daring.

 

 

sumber: tempo.co

adm.ido
Author: adm.ido

Leave a Comment